Lompat ke isi

Antimon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
51Sb
Antimon
Kristal antimon berukuran 1 cm
Garis spektrum antimon
Sifat umum
Pengucapan/antimon/[1]
Penampilanabu-abu berkilau keperakan
Antimon dalam tabel periodik
Perbesar gambar

51Sb
Hidrogen Helium
Litium Berilium Boron Karbon Nitrogen Oksigen Fluorin Neon
Natrium Magnesium Aluminium Silikon Fosforus Belerang Klorin Argon
Kalium Kalsium Skandium Titanium Vanadium Kromium Mangan Besi Kobalt Nikel Tembaga Seng Galium Germanium Arsen Selenium Bromin Kripton
Rubidium Stronsium Itrium Zirkonium Niobium Molibdenum Teknesium Rutenium Rodium Paladium Perak Kadmium Indium Timah Antimon Telurium Iodin Xenon
Sesium Barium Lantanum Serium Praseodimium Neodimium Prometium Samarium Europium Gadolinium Terbium Disprosium Holmium Erbium Tulium Iterbium Lutesium Hafnium Tantalum Wolfram Renium Osmium Iridium Platina Emas Raksa Talium Timbal Bismut Polonium Astatin Radon
Fransium Radium Aktinium Torium Protaktinium Uranium Neptunium Plutonium Amerisium Kurium Berkelium Kalifornium Einsteinium Fermium Mendelevium Nobelium Lawrensium Ruterfordium Dubnium Seaborgium Bohrium Hasium Meitnerium Darmstadtium Roentgenium Kopernisium Nihonium Flerovium Moskovium Livermorium Tenesin Oganeson
As

Sb

Bi
timahantimontelurium
Lihat bagan navigasi yang diperbesar
Nomor atom (Z)51
Golongangolongan 15 (pniktogen)
Periodeperiode 5
Blokblok-p
Kategori unsur  metaloid
Berat atom standar (Ar)
  • 121,760±0,001
  • 121,76±0,01 (diringkas)
Konfigurasi elektron[Kr] 4d10 5s2 5p3
Elektron per kelopak2, 8, 18, 18, 5
Sifat fisik
Fase pada STS (0 °C dan 101,325 kPa)padat
Titik lebur903,78 K (630,63 °C, 1167,13 °F)
Titik didih1908 K (1635 °C, 2975 °F)
Kepadatan mendekati s.k.6,697 g/cm3
saat cair, pada t.l.6,53 g/cm3
Kalor peleburan19,79 kJ/mol
Kalor penguapan193,43 kJ/mol
Kapasitas kalor molar25,23 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T (K) 807 876 1011 1219 1491 1858
Sifat atom
Bilangan oksidasi−3, −2, −1, 0,[2] +1, +2, +3, +4, +5 (oksida amfoter)
ElektronegativitasSkala Pauling: 2,05
Energi ionisasike-1: 834 kJ/mol
ke-2: 1594,9 kJ/mol
ke-3: 2440 kJ/mol
(artikel)
Jari-jari atomempiris: 140 pm
Jari-jari kovalen139±5 pm
Jari-jari van der Waals206 pm
Lain-lain
Kelimpahan alamiprimordial
Struktur kristal rombohedron
Struktur kristal Rhombohedral untuk antimon
Kecepatan suara batang ringan3420 m/s (suhu 20 °C)
Ekspansi kalor11 µm/(m·K) (suhu 25 °C)
Konduktivitas termal24,4 W/(m·K)
Resistivitas listrik417 n nΩ·m (suhu 20 °C)
Arah magnetdiamagnetik[3]
Suseptibilitas magnetik molar−99,0×10−6 cm3/mol[4]
Modulus Young55 GPa
Modulus Shear20 GPa
Modulus curah42 GPa
Skala Mohs3,0
Skala Brinell294–384 MPa
Nomor CAS7440-36-0
Sejarah
Penemuanalkemis Arab (sebelum 815 M)
Simbol"Sb": dari Latin stibium 'stibnit'
Isotop antimon yang utama
Iso­top Kelim­pahan Waktu paruh (t1/2) Mode peluruhan Pro­duk
121Sb 57,21% stabil
123Sb 42,79% stabil
125Sb sintetis 2,7582 thn β 125Te
| referensi | di Wikidata

Antimon (dari bahasa Belanda: antimoon) atau serawak adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Sb (dari bahasa Latin stibium) dan nomor atom 51. Antimon merupakan logam atau metaloid berwarna abu-abu mengilap yang di alam ditemukan terutama dalam bentuk mineral sulfida stibnit (Sb2S3). Senyawa antimon telah dikenal sejak zaman kuno dan dahulu dihaluskan untuk digunakan sebagai kosmetik (sering dikenal dengan nama Arab kohl) serta sebagai obat.

Tiongkok merupakan produsen antimon dan senyawanya terbesar di dunia, dengan sebagian besar produksinya berasal dari Tambang Xikuangshan di Hunan. Metode industri untuk memurnikan antimon dari stibnit adalah melalui pemanggangan yang kemudian dilanjutkan dengan reduksi menggunakan karbon, atau melalui reduksi langsung stibnit dengan besi.

Penggunaan logam antimon yang paling umum adalah dalam paduan dengan timbal dan timah, yang memiliki sifat lebih baik untuk digunakan sebagai bahan solder, peluru, dan bantalan luncur. Antimon juga meningkatkan kekakuan pelat paduan timbal pada baterai asam–timbal. Antimon trioksida merupakan bahan tambahan penting dalam zat penghambat api yang mengandung halogen. Selain itu, antimon digunakan sebagai dopan dalam perangkat semikonduktor.

Karakteristik

[sunting | sunting sumber]
Sebuah vial bening berisi potongan-potongan kecil padatan hitam yang sedikit berkilau, berlabel "Sb".
Sebuah vial yang berisi alotrop logam antimon
Sebongkah batu berwarna keperakan dengan bentuk tidak beraturan, dengan bintik-bintik yang menunjukkan variasi kilau dan warna
Antimon asli dengan produk-produk oksidasi
Struktur kristal yang umum ditemukan pada Sb, AsSb, dan As abu-abu

Antimon merupakan anggota golongan 15 dalam tabel periodik. Sebagai salah satu unsur yang disebut pniktogen, antimon memiliki elektronegativitas sebesar 2,05. Sesuai dengan tren periodik, antimon lebih elektronegatif daripada timah maupun bismut, tetapi kurang elektronegatif daripada telurium maupun arsen. Sebagai metaloid, antimon memiliki kekerasan 3 pada skala Mohs.

Antimon adalah padatan berwarna abu-abu keperakan dan mengilap yang stabil di udara pada suhu kamar.[5] Jika dipanaskan, antimon akan bereaksi dengan oksigen menghasilkan antimon trioksida (Sb2O3).[6] Antimon dapat bereaksi atau terlarut oleh asam pengoksidasi.

Alotrop antimon yang stabil mengkristal dalam sel trigonal, dan memiliki struktur yang isomorf dengan bismut serta alotrop abu-abu arsen.

Alotrop antimon berwarna kuning, yang diduga analog dengan arsen kuning, terbentuk melalui oksidasi stibina (SbH3) oleh udara atau oksigen pada suhu −90 °C.[7][8][9] Pada suhu dan kondisi pencahayaan lingkungan, alotrop ini berubah menjadi alotrop hitam yang lebih stabil.[10][11] Bentuk antimon eksplosif yang langka dapat terbentuk melalui elektrolisis antimon triklorida, tetapi selalu mengandung sejumlah klorin yang cukup besar sehingga sebenarnya tidak dianggap sebagai alotrop antimon.[7] Ketika digores dengan benda tajam, terjadi reaksi eksotermis dan menghasilkan asap putih saat antimon logam terbentuk; ketika digerus menggunakan alu dan lumpang, dapat terjadi detonasi kuat.

Antimon elemental memiliki struktur berlapis (grup ruang R3m No. 166), dengan lapisan-lapisannya terdiri atas cincin beranggotakan enam atom yang saling menyatu dan berbentuk berkerut. Atom-atom tetangga terdekat dan tetangga berikutnya membentuk kompleks oktahedral yang tidak beraturan, dengan tiga atom pada setiap lapisan ganda sedikit lebih dekat dibandingkan tiga atom pada lapisan berikutnya. Susunan yang relatif rapat ini menghasilkan densitas tinggi sebesar 6,697 g/cm3, tetapi ikatan yang lemah antarlapisan menyebabkan antimon memiliki kekerasan rendah dan sifat yang getas.[6]

Antimon memiliki dua isotop stabil, yaitu 121Sb dengan kelimpahan alami sebesar 57,21% dan 123Sb dengan kelimpahan alami sebesar 42,79%. Terdapat 37 isotop radioaktif buatan yang diketahui, dengan nomor massa antara 104 hingga 142. Di antaranya, isotop yang memiliki waktu hidup paling panjang adalah 125Sb, yang merupakan produk fisi dengan waktu paruh 2,758 tahun. Sejumlah keadaan meta juga diketahui, dengan yang paling stabil adalah 120m1Sb, yang memiliki waktu paruh 5,76 hari. Isotop yang lebih ringan daripada isotop stabil 123Sb cenderung mengalami peluruhan β+, sedangkan isotop yang lebih berat cenderung mengalami peluruhan β, dengan beberapa pengecualian.[12]

Keterjadian

[sunting | sunting sumber]
Stibnit, Tiongkok, CM29287—spesimen dari Carnegie Museum of Natural History yang dipamerkan di Hillman Hall of Minerals and Gems

Kelimpahan antimon di kerak Bumi diperkirakan sebesar 0,2 ppm,[13] sebanding dengan talium sebesar 0,5 ppm dan perak sebesar 0,07 ppm. Antimon merupakan unsur ke-63 yang paling melimpah di kerak Bumi. Meskipun unsur ini tidak tergolong melimpah, antimon ditemukan dalam lebih dari 100 spesies mineral.[14] Antimon terkadang ditemukan dalam bentuk unsur asli, misalnya di Antimony Peak, tetapi lebih sering ditemukan dalam bentuk stibnit (Sb2S3), yang merupakan mineral bijih antimon utama.[13]

Senyawa antimon sering diklasifikasikan berdasarkan bilangan oksidasinya, yaitu Sb(III) dan Sb(V). Bilangan oksidasi +5 lebih umum ditemukan.[15]

Oksida dan hidroksida

[sunting | sunting sumber]

Antimon trioksida terbentuk ketika antimon dibakar di udara.[16] Dalam fase gas, molekul senyawa ini berupa Sb4O6, tetapi akan mengalami polimerisasi ketika mengalami kondensasi.[6] Antimon pentoksida (Sb4O10) hanya dapat terbentuk melalui oksidasi menggunakan asam nitrat pekat.[17] Antimon juga membentuk oksida dengan valensi campuran, yaitu antimon tetroksida (Sb2O4), yang mengandung Sb(III) dan Sb(V).[17] Berbeda dengan oksida fosforus dan arsen, oksida-oksida ini bersifat amfoter, tidak membentuk asam okso yang terdefinisi dengan baik, serta bereaksi dengan asam membentuk garam antimon.

Asam antimonit Sb(OH)3 belum diketahui keberadaannya, tetapi basa konjugatnya, yaitu natrium antimonit ([Na3SbO3]4), terbentuk ketika natrium oksida dan Sb4O6 dilebur bersama.[18] Antimonit logam transisi juga telah diketahui.[19]:122 Asam antimonat hanya terdapat dalam bentuk hidrat HSb(OH)6, yang membentuk garam sebagai anion antimonat [Sb(OH)]6. larutan yang mengandung anion ini mengalami dehidrasi, endapan yang terbentuk mengandung oksida campuran.[19]:143

Bijih antimon yang paling penting adalah stibnit (Sb2S3). Mineral sulfida lainnya meliputi pirargirit (Ag3SbS3), zinkenit, jamesonit, dan boulangerit.[20] Antimon pentasulfida bersifat nonstoikiometrik, yang mengandung antimon dalam bilangan oksidasi +3 serta memiliki ikatan S–S.[21] Beberapa tioantimonida juga telah diketahui, seperti Sb6S102− dan Sb8S132−.[22]

Antimon membentuk dua seri halida: SbX3 dan SbX5. Antimon trihalida SbF3, SbCl3, SbBr3, dan SbI3 semuanya merupakan senyawa molekuler dengan geometri molekul piramida trigonal. Antimon trifluorida dibuat melalui reaksi antimon trioksida dengan asam fluorida:[23]

Sb2O3 + 6 HF → 2 SbF3 + 3 H2O

SbF3 merupakan asam Lewis dan mudah menerima ion fluorida untuk membentuk anion kompleks SbF4 dan SbF52−. Antimon trifluorida cair merupakan konduktor listrik yang lemah. Antimon triklorida dibuat dengan melarutkan stibnit dalam asam klorida:[24]

Sb2S3 + 6 HCl → 2 SbCl3 + 3 H2S

Sulfida arsen tidak mudah bereaksi dengan asam klorida, sehingga metode ini dapat digunakan untuk memperoleh antimon yang bebas dari arsen.

Struktur SbF5 dalam fase gas

Antimon pentahalida SbF5 dan SbCl5 memiliki geometri molekul bipiramida trigonal dalam fase gas. Namun, dalam fase cair, SbF5 bersifat polimerik, sedangkan SbCl5 bersifat monomerik.[25] Antimon pentafluorida merupakan asam Lewis yang sangat kuat dan digunakan untuk membuat asam fluoroantimonat (H2F+·SbF6), salah satu superasam yang sangat kuat.

Oksohalida lebih umum ditemukan pada antimon dibandingkan pada arsen dan fosforus. Antimon trioksida dapat larut dalam asam pekat membentuk senyawa oksoantimonil, seperti SbOCl dan (SbO)2SO4.[26]

Antimonida, hidrida, dan senyawa organoantimon

[sunting | sunting sumber]

Senyawa dalam kelas ini umumnya digambarkan sebagai turunan dari Sb3−. Antimon membentuk antimonida dengan berbagai logam, seperti indium antimonida (InSb) dan perak antimonida (Ag3Sb).[27] Antimonida logam alkali dan seng, seperti Na3Sb dan Zn3Sb2, lebih reaktif. Perlakuan antimonida tersebut dengan asam menghasilkan gas stibina SbH3 yang sangat tidak stabil:[28]

Sb3− + 3 H+ → SbH3

Stibina juga dapat dihasilkan dengan mereaksikan garam Sb3+ dengan pereaksi hidrida, seperti natrium borohidrida (NaBH4). Stibina terurai secara spontan pada suhu kamar. Karena stibina memiliki entalpi pembentukan positif, senyawa ini tidak stabil secara termodinamika. Oleh karena itu, antimon tidak bereaksi langsung dengan hidrogen.[29]

Senyawa organoantimon biasanya dibuat melalui alkilasi halida antimon menggunakan pereaksi Grignard.[30] Beragam senyawa telah diketahui memiliki pusat Sb(III) maupun Sb(V), termasuk turunan kloro-organik campuran, anion, dan kation. Contohnya adalah trifenilstibina (Sb(C6H5)3) dan pentafenilantimon (Sb(C6H5)5).[31]

Lingkaran tanpa arsiran yang di atasnya terdapat tanda plus
Salah satu lambang alkimia untuk antimon

Antimon trisulfida, Sb2S3, telah dikenal di Mesir pra-dinasti sebagai kosmetik mata (kohl) sejak sekitar 3100 SM, ketika palet kosmetik mulai digunakan.[32]

Sebuah artefak yang dikatakan merupakan bagian dari vas, terbuat dari antimon dan diperkirakan berasal dari sekitar 3000 SM, ditemukan di Telloh, Kasdim (sekarang bagian dari Irak). Selain itu, sebuah benda tembaga yang dilapisi antimon dan berasal dari antara 2500–2200 SM ditemukan di Mesir.[10] Austen, dalam sebuah kuliah yang disampaikan oleh Herbert J. Gladstone pada tahun 1892, berkomentar bahwa "antimon saat ini dikenal sebagai logam yang sangat getas dan berbentuk kristalin, sehingga sulit dibentuk menjadi vas yang berguna. Oleh karena itu, temuan tersebut dianggap mungkin merupakan bukti adanya teknik yang telah hilang untuk membuat antimon menjadi dapat ditempa."[33]

Namun, arkeolog Inggris Peter R. S. Moorey meragukan bahwa artefak tersebut benar-benar merupakan vas. Dia menyebutkan bahwa Selimkhanov, setelah menganalisis benda dari Tello tersebut (diterbitkan pada 1975), "berusaha menghubungkan logam itu dengan antimon alami dari Transkaukasia. Benda-benda antimon dari Transkaukasia diketahui seluruhnya berupa ornamen pribadi berukuran kecil."[33] Hal ini melemahkan bukti mengenai adanya teknik yang telah hilang untuk "membuat antimon menjadi dapat ditempa".[33]

Cendekiawan Romawi Plinius Tua menjelaskan beberapa cara menyiapkan antimon sulfida untuk keperluan medis dalam karyanya Natural History, sekitar tahun 77 M.[34] Plinius juga membedakan bentuk antimon "jantan" dan "betina". Bentuk jantan kemungkinan merupakan sulfida, sedangkan bentuk betina, yang dianggap lebih unggul, lebih berat, dan lebih tidak rapuh, diduga merupakan antimon logam alami.[35]

Naturalis Yunani Pedanius Dioskorides menyebutkan bahwa antimon sulfida dapat dipanggang dengan memanaskannya dalam aliran udara. Diduga proses tersebut menghasilkan antimon logam.[34]

Ahli metalurgi Italia, Vannoccio Biringuccio, menjelaskan suatu metode untuk mengisolasi antimon pada tahun 1540.

Antimon sering disebut dalam manuskrip alkimia, termasuk Summa Perfectionis karya Pseudo-Geber, yang ditulis sekitar abad ke-14.[36] Deskripsi mengenai prosedur untuk mengisolasi antimon kemudian diberikan dalam buku De la pirotechnia karya Vannoccio Biringuccio pada tahun 1540,[37] mendahului buku Agricola yang lebih terkenal, De re metallica, yang diterbitkan pada 1556. Dalam konteks ini, Agricola sering kali secara keliru dianggap sebagai penemu antimon logam. Buku Currus Triumphalis Antimonii (Kereta Kemenangan Antimon), yang menjelaskan pembuatan antimon logam, diterbitkan di Jerman pada tahun 1604. Buku tersebut diklaim ditulis oleh seorang biarawan Benediktus dengan nama Basilius Valentinus pada abad ke-15. Jika klaim tersebut benar—padahal sebenarnya tidak—karya itu akan mendahului Biringuccio.[a][40]

Kimiawan Jerman Andreas Libavius telah mengetahui logam antimon pada tahun 1615. Dia memperolehnya dengan menambahkan besi ke dalam campuran cair antimon sulfida, garam, dan kalium tartrat. Prosedur ini menghasilkan antimon dengan permukaan yang berbentuk kristalin atau menyerupai bintang.[34]

Dengan munculnya tantangan terhadap teori flogiston, kemudian dipahami bahwa antimon merupakan unsur yang membentuk sulfida, oksida, dan berbagai senyawa lainnya, sebagaimana halnya logam-logam lain.[34]

Penemuan pertama antimon murni yang terdapat secara alami di kerak Bumi dideskripsikan oleh ilmuwan Swedia sekaligus insinyur pertambangan setempat Anton von Swab pada tahun 1783. Sampel tipe tersebut dikumpulkan dari Tambang Perak Sala di distrik pertambangan Bergslagen, Sala, Västmanland, Swedia.[41][42]

Pada tahun 1931, koin yang terbuat dari antimon diterbitkan di Guizhou, Tiongkok. Namun, daya tahannya buruk, dan pencetakan segera dihentikan karena antimon bersifat lunak dan beracun.[43]

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Bentuk Latin Abad Pertengahan, yang kemudian menjadi sumber nama antimon dalam bahasa-bahasa modern dan Yunani Bizantium akhir, adalah antimonium.[44] Asal-usul istilah tersebut tidaklah pasti, dan semua teori yang diajukan memiliki kesulitan, baik dari segi bentuk maupun penafsiran. Salah satu etimologi populer menghubungkannya dengan ἀντίμοναχός anti-monachos atau bahasa Prancis antimoine, yang berarti "pembunuh biarawan". Penjelasan ini dikaitkan dengan kenyataan bahwa banyak ahli alkimia awal merupakan biarawan dan beberapa senyawa antimon bersifat beracun.[45]

Etimologi populer lainnya adalah kata Yunani ἀντίμόνος antimonos, yang berarti "melawan kesendirian", kemudian ditafsirkan sebagai "tidak ditemukan sebagai logam" atau "tidak ditemukan dalam keadaan murni tanpa campuran".[10] Namun, dalam bahasa Yunani kuno, bentuk negatif murni secara lebih alami dinyatakan dengan awalan α-, yang berarti "tidak".[46] Edmund O. von Lippmann mengemukakan kata Yunani hipotetis ανθήμόνιον anthemonion, yang berarti "bunga kecil", dan memberikan beberapa contoh kata Yunani yang berkaitan yang menggambarkan efloresensi kimia atau biologis, meskipun bukan kata tersebut secara langsung.[47]

Penggunaan awal istilah antimonium terdapat dalam terjemahan risalah medis Arab yang dilakukan oleh Konstantinus orang Afrika pada sekitar 1050–1100.[47] Sejumlah ahli berpendapat bahwa antimonium merupakan bentuk yang telah berubah akibat kesalahan penyalinan dari suatu bentuk bahasa Arab. Meyerhof menurunkannya dari ithmid;[48] kemungkinan lainnya adalah athimar, nama Arab untuk metaloid tersebut, serta bentuk hipotetis as-stimmi, yang berasal dari atau sejajar dengan istilah Yunani.[49]:28

Lambang kimia standar untuk antimon, yaitu Sb, dikaitkan dengan Jöns J. Berzelius, yang mengambil singkatan tersebut dari kata stibium.[50]

Kata-kata kuno untuk antimon umumnya memiliki makna utama kohl, yaitu sulfida antimon yang digunakan sebagai kosmetik mata.[51]

Orang Mesir menyebut antimon dengan istilah mśdmt[52]:230[53]:541 atau stm.[54]

Kata Arab untuk zat antimon, berbeda dari kosmetiknya, dapat muncul dalam beberapa bentuk, yaitu إثمد ithmid, athmoud, othmod, atau uthmod. Émile M. P. Littré mengusulkan bahwa bentuk pertama, yang merupakan bentuk paling awal, berasal dari stimmida, yaitu bentuk akusatif dari stimmi.[49][55] Kata Yunani στίμμι stimmi digunakan oleh para penyair tragedi Attika pada abad ke-5 SM, dan kemungkinan merupakan kata pinjaman dari bahasa Arab atau dari bahasa Mesir stm.[54]

Ekstraksi antimon dari bijih bergantung pada kualitas dan komposisi bijih tersebut. Sebagian besar antimon ditambang dalam bentuk sulfida; bijih berkadar rendah dikonsentrasikan melalui flotasi buih, sedangkan bijih berkadar tinggi dipanaskan hingga 500–600 °C, yaitu suhu ketika stibnit melebur dan terpisah dari mineral pengotornya (gangue). Antimon dapat diisolasi dari sulfida antimon mentah melalui reduksi menggunakan besi bekas:[56]

Sb2S3 + 3 Fe → 2 Sb + 3 FeS

Sulfida tersebut diubah menjadi oksida melalui proses pemanggangan. Produk selanjutnya dimurnikan dengan menguapkan antimon(III) oksida yang bersifat volatil, kemudian hasil penguapan tersebut dikumpulkan.[24] Hasil sublimasi ini sering digunakan secara langsung untuk aplikasi utama, dengan pengotor berupa arsen dan sulfida.[57][58] Antimon kemudian diisolasi dari oksidanya melalui reduksi karbotermal:[56][57]

2 Sb2O3 + 3 C → 4 Sb + 3 CO2

Bijih berkadar rendah direduksi dalam tanur tiup, sedangkan bijih berkadar tinggi direduksi dalam tanur reverberatori.[56]

Produksi antimon dunia pada tahun 2010[59]
Tren produksi antimon dunia

Produsen utama dan volume produksi

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2022, menurut Survei Geologi AS, Tiongkok menyumbang 54,5% dari total produksi antimon dunia, diikuti oleh Rusia di posisi kedua dengan 18,2% dan Tajikistan dengan 15,5%.[59]

Penambangan antimon pada tahun 2022[59]
NegaraTon% total
 Tiongkok 60.000 54,5
 Rusia 20.000 18,2
 Tajikistan 17.000 15,5
 Myanmar 4.000 3,6
 Australia 4.000 3,6
5 besar 105,000 95.5
Total dunia 110.000 100,0

Produksi antimon Tiongkok diperkirakan akan menurun di masa mendatang karena pemerintah menutup tambang dan fasilitas peleburan sebagai bagian dari upaya pengendalian pencemaran serta penerapan peraturan lingkungan yang lebih ketat.[60] Hal ini terutama disebabkan oleh diberlakukannya undang-undang perlindungan lingkungan pada Januari 2015[61] serta penerapan standar emisi baru yang direvisi untuk industri timah, antimon, dan raksa,[62] sehingga hambatan terhadap produksi yang ekonomis menjadi lebih tinggi.

Menurut laporan Roskill, produksi antimon yang dilaporkan di Tiongkok telah menurun dan kemungkinan tidak akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Tidak ada deposit antimon besar yang signifikan di Tiongkok yang dikembangkan selama sekitar sepuluh tahun, sementara cadangan ekonomis yang tersisa terus mengalami penipisan dengan cepat.[63] Myanmar juga menghadapi gangguan pasokan akibat ketidakstabilan politik.[60]

Cadangan antimon dunia pada tahun 2022[59]
NegaraCadangan
(ton)
 Tiongkok 670.000
 Rusia 350.000
 Bolivia 310.000
 Kirgizstan 260.000
 Myanmar 140.000
 Australia 120.000
 Turki 100.000
 Kanada 78.000
 Amerika Serikat 60.000
 Slowakia 60.000
 Tajikistan 50.000
Total dunia >2.470.000

Risiko pasokan

[sunting | sunting sumber]

Bagi wilayah pengimpor antimon, seperti Eropa dan Amerika Serikat, antimon dianggap sebagai mineral kritis untuk manufaktur industri yang berisiko mengalami gangguan rantai pasokan. Pada tahun 2019, produksi global berasal terutama dari Tiongkok (74%), Tajikistan (8%), dan Rusia (4%), sehingga negara-negara tersebut menjadi sumber pasokan yang sangat penting.[64][65]

Amerika Serikat
Antimon merupakan komoditas mineral yang dianggap kritis bagi keamanan nasional dan ekonomi.[66][65] Pada tahun 2021, tidak ada antimon yang ditambang di Amerika Serikat.[67]
Britania Raya
Daftar risiko Survei Geologi Britania Raya tahun 2015 menempatkan antimon pada peringkat kedua tertinggi (setelah unsur tanah jarang) dalam indeks risiko pasokan relatif.[68][69]
Uni Eropa
Antimon dianggap sebagai bahan baku kritis untuk sektor pertahanan, otomotif, konstruksi, dan tekstil. Pada tahun 2019, 100% kebutuhan antimon Uni Eropa berasal dari impor, terutama dari Turki (62%), Bolivia (20%), dan Guatemala (7%).[64]

Pada Desember 2024, Tiongkok melarang ekspor mineral kritis.[70][71]

Pada tahun 2017, sekitar 48% antimon digunakan untuk bahan penghambat api, 33% untuk baterai asam–timbal, dan 8% untuk plastik.[56]

Bahan penghambat api

[sunting | sunting sumber]

Antimon digunakan terutama dalam bentuk antimon trioksida sebagai bahan untuk membuat produk tahan api, dan umumnya digunakan bersama bahan penghambat api terhalogenasi, kecuali pada polimer yang sudah mengandung halogen. Efek penghambatan api dari antimon trioksida dihasilkan melalui pembentukan senyawa antimon terhalogenasi[72] yang bereaksi dengan atom hidrogen, dan kemungkinan juga dengan atom oksigen serta radikal OH, sehingga menghambat terjadinya kebakaran.[73] Pasar untuk bahan penghambat api ini meliputi pakaian anak-anak, mainan, pesawat terbang, dan penutup kursi mobil. Bahan ini juga ditambahkan ke resin poliester dalam komposit kaca serat, misalnya untuk penutup mesin pesawat ringan. Resin tersebut akan terbakar jika terkena api dari sumber eksternal, tetapi akan padam ketika sumber api eksternal dihilangkan.[24][74] Antimon trioksida juga digunakan sebagai sinergis bersama bahan penghambat api berbasis bromin pada rumah dan komponen plastik untuk peralatan listrik dan elektronik (misalnya enklosur HIPS/ABS) guna memenuhi standar kemampuan terbakar seperti UL 94.[75][76][77]

Antimon membentuk paduan yang sangat berguna dengan timbal, sehingga meningkatkan kekerasan dan kekuatan mekanisnya. Dalam proses pengecoran, antimon meningkatkan fluiditas logam cair dan mengurangi penyusutan selama pendinginan.[78] Untuk sebagian besar aplikasi yang menggunakan timbal, antimon digunakan dalam jumlah tertentu sebagai logam paduan. Pada baterai asam–timbal, penambahan antimon meningkatkan kekuatan pelat dan karakteristik pengisian daya.[24][79] Pada perahu layar, lunas timbal digunakan untuk memberikan momen penegak, dengan berat mulai dari sekitar 600 pon hingga lebih dari 200 ton pada superyacht layar terbesar. Untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan tarik lunas timbal, antimon dicampurkan dengan timbal sebanyak 2–5% berdasarkan volume. Antimon juga digunakan dalam paduan antifriksi (seperti logam Babbitt),[80] peluru dan gotri timbal, pelapis kabel listrik, logam cetak (seperti yang digunakan pada mesin Linotipe[81]), solder (beberapa solder "bebas timbal" mengandung 5% Sb),[82] piuter,[83] serta paduan pengeras dengan kandungan timah rendah dalam pembuatan pipa organ.

Aplikasi lainnya

[sunting | sunting sumber]
Detektor inframerah InSb yang diproduksi oleh Mullard pada tahun 1960-an

Tiga aplikasi lainnya menggunakan hampir seluruh sisa pasokan antimon dunia.[56] Salah satunya adalah sebagai penstabil dan katalis dalam produksi polietilena tereftalat (PET).[56] Aplikasi lainnya adalah sebagai bahan pemurni untuk menghilangkan gelembung mikroskopis dalam kaca, terutama kaca untuk layar televisi. [84] Ion antimon berinteraksi dengan oksigen sehingga menghambat kecenderungan oksigen membentuk gelembung.[85] Proses ini juga membantu mencegah perubahan warna. Aplikasi ketiga adalah sebagai pigmen.[56] Antimon juga membantu mempertahankan kestabilan warna dan kehalusan permukaan ketika digunakan pada jenis keramik dan email tertentu.[butuh rujukan]

Pada tahun 1990-an, antimon semakin banyak digunakan dalam semikonduktor sebagai dopan pada wafer silikon tipe-n[86] untuk dioda, detektor inframerah, dan perangkat efek Hall. Pada tahun 1950-an, emitor dan kolektor transistor sambungan-paduan n–p–n didoping menggunakan butiran kecil paduan timbal-antimon.[87] Indium antimonida (InSb) digunakan sebagai bahan untuk detektor inframerah menengah (MIR).[88][89][90]

Material Ge2Sb2Te5 digunakan untuk memori perubahan fase, yaitu salah satu jenis memori komputer.

Dalam bidang biologi dan kedokteran, antimon memiliki beberapa kegunaan. Sediaan yang mengandung antimon, yang dikenal sebagai antimonial, digunakan sebagai emetik.[91] Senyawa antimon juga digunakan sebagai obat antiprotozoa. Kalium antimonil tartrat pernah digunakan sebagai obat untuk skistosomiasis sejak tahun 1919, tetapi kemudian digantikan oleh prazikuantel.[92] Antimon dan senyawanya digunakan dalam beberapa sediaan kedokteran hewan, seperti antiomalin dan litium antimon tiomalat, sebagai bahan perawatan kulit pada hewan ruminansia.[93] Antimon memiliki efek menutrisi atau merawat jaringan berkeratin pada hewan.

Obat berbasis antimon, seperti meglumin antimoniat, juga dianggap sebagai obat pilihan untuk pengobatan leismaniasis. Pengobatan awal menggunakan senyawa antimon(III) atau antimonial trivalen, tetapi pada tahun 1922 Upendranath Brahmachari menemukan obat antimon(V) yang jauh lebih aman. Sejak saat itu, antimonial pentavalen menjadi pengobatan lini pertama standar. Namun, strain Leishmania di Bihar wilayah sekitarnya telah mengembangkan resistensi terhadap antimon.[94] Antimon elemental dalam bentuk pil antimon pernah digunakan sebagai obat. Pil tersebut bahkan dapat digunakan kembali oleh orang lain setelah dikeluarkan dari tubuh dan dibersihkan.[95]

Antimon(III) sulfida digunakan pada kepala beberapa jenis korek api keselamatan.[96][97] Senyawa sulfida antimon membantu menstabilkan koefisien gesekan pada material kampas rem otomotif.[98] Antimon juga digunakan dalam peluru, pelacak peluru,[99] cat, kaca seni, serta sebagai opasifier dalam email.

Bubuk yang diperoleh dari antimon sulfida yang dihancurkan (kohl) telah digunakan selama ribuan tahun sebagai kosmetik mata. Secara historis, bubuk tersebut diaplikasikan pada mata menggunakan batang logam dan air liur, serta dipercaya oleh masyarakat zaman dahulu dapat membantu menyembuhkan infeksi mata.[100] Praktik ini masih ditemukan di Yaman dan beberapa negara Muslim lainnya.[101]

124Sb digunakan bersama berilium dalam sumber neutron. Sinar gama yang dipancarkan oleh 124Sb memicu fotodisintegrasi berilium.[102][103] Neutron yang dihasilkan memiliki energi rata-rata sekitar 24 keV.[104] Antimon alami digunakan dalam sumber neutron untuk memulai reaksi.

Pencegahan

[sunting | sunting sumber]
Antimon
Bahaya[105]
Piktogram GHS GHS06: Beracun GHS07: Tanda Seru GHS08: Bahaya Kesehatan GHS09: Bahaya Lingkungan
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H301, H332, H351, H373, H411
P203, P260, P264, P270, P273, P280, P301+P316, P304+P340, P318, P321, P330, P391, P405

Antimon dan banyak senyawanya bersifat beracun, dan efek keracunan antimon serupa dengan keracunan arsen. Namun, toksisitas antimon jauh lebih rendah dibandingkan arsen. Hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan yang signifikan dalam penyerapan, metabolisme, dan ekskresi antara arsen dan antimon. Penyerapan antimon(III) atau antimon(V) melalui saluran pencernaan paling tinggi hanya sekitar 20%. Antimon(V) tidak sepenuhnya direduksi menjadi antimon(III) di dalam sel; bahkan, antimon(III) justru dapat dioksidasi menjadi antimon(V).[106]

Karena biometilasi antimon tidak terjadi, ekskresi antimon(V) melalui urine merupakan jalur utama eliminasi dari tubuh.[107] Seperti halnya arsen, efek paling serius dari keracunan antimon akut adalah kardiotoksisitas dan miokarditis yang ditimbulkannya. Namun, keracunan antimon juga dapat menyebabkan sindrom Adams–Stokes, yang tidak ditemukan pada keracunan arsen. Beberapa kasus keracunan yang setara dengan 90 mg kalium antimonil tartrat yang terlarut dari enamel dilaporkan hanya menimbulkan efek jangka pendek. Sementara itu, keracunan akibat 6 g kalium antimonil tartrat dilaporkan menyebabkan kematian setelah tiga hari.[108]

Menghirup debu antimon merupakan hal berbahaya dan dalam kondisi tertentu dapat berakibat fatal. Dalam dosis kecil, antimon dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan depresi. Paparan dalam jumlah lebih besar, termasuk kontak kulit yang berkepanjangan, dapat menyebabkan dermatitis atau kerusakan pada ginjal dan hati, serta menyebabkan muntah hebat dan berulang yang dapat berujung pada kematian dalam beberapa hari.[109]

Antimon tidak kompatibel dengan oksidator kuat, asam kuat, asam halogen, klorin, maupun fluorin. Antimon harus dijauhkan dari panas.[110]

Antimon dapat terlindi dari botol polietilena tereftalat ke dalam cairan.[111] Meskipun kadar yang ditemukan dalam air kemasan masih berada di bawah pedoman untuk air minum,[112] konsentrat jus buah (yang belum memiliki pedoman khusus) yang diproduksi di Inggris ditemukan mengandung antimon hingga 44,7 μg/L, jauh di atas batas Uni Eropa untuk air keran, yaitu 5 μg/L.[113] Pedoman batas kadar antimon:

Asupan harian yang dapat ditoleransi (TDI) yang diusulkan WHO adalah 6 μg antimon per kilogram berat badan.[114] Nilai segera berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan (IDLH) untuk antimon adalah 50 mg/m3 (50 μg/L).[117]

Toksisitas

[sunting | sunting sumber]

Beberapa senyawa antimon diketahui bersifat beracun, terutama antimon trioksida dan kalium antimonil tartrat.[118] Efeknya dapat menyerupai keracunan arsen.[119] Paparan di tempat kerja dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, pneumokoniosis, munculnya bercak antimon pada kulit, gejala gastrointestinal, dan aritmia jantung. Antimon trioksida berpotensi bersifat karsinogenik pada manusia.[109]

Efek kesehatan yang merugikan telah diamati pada manusia dan hewan setelah terpapar antimon dan senyawa antimon melalui inhalasi, konsumsi oral, maupun paparan melalui kulit.[118] Toksisitas antimon umumnya terjadi akibat paparan di tempat kerja, selama terapi, atau tertelannya antimon secara tidak sengaja. Belum jelas apakah antimon dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit.[118] Keberadaan antimon dalam kadar rendah di air liur juga mungkin berkaitan dengan kerusakan atau pembusukan gigi.[120]

  1. Pada awal tahun 1710, Wilhelm Gottlob Freiherr von Leibniz, setelah melakukan penyelidikan secara cermat, menyimpulkan bahwa karya tersebut adalah palsu, bahwa tidak ada biarawan bernama Basilius Valentinus, dan bahwa penulis buku tersebut adalah orang yang secara resmi disebut sebagai penyuntingnya, yaitu Johann Thölde (sekitar 1565–sekitar 1624). Para sejarawan profesional saat ini sepakat bahwa Currus Triumphalis ... ditulis setelah pertengahan abad ke-16, dan Thölde kemungkinan besar merupakan penulisnya.[38] Harold Jantz mungkin merupakan satu-satunya sarjana modern yang menyangkal kepengarangan Thölde, tetapi dia juga sepakat bahwa karya tersebut berasal dari setelah tahun 1550.[39]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. (Indonesia) "Antimon". KBBI Daring. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
  2. Anastas Sidiropoulos. "Studies of N-heterocyclic Carbene (NHC) Complexes of the Main Group Elements" (PDF). hlm. 39. doi:10.4225/03/5B0F4BDF98F60. S2CID 132399530.
  3. Lide, D. R., ed. (2005). "Magnetic susceptibility of the elements and inorganic compounds". CRC Handbook of Chemistry and Physics (PDF) (Edisi 86). Boca Raton (FL): CRC Press. ISBN 0-8493-0486-5.
  4. Weast, Robert (1984). CRC, Handbook of Chemistry and Physics. Boca Raton, Florida: Chemical Rubber Company Publishing. hlm. E110. ISBN 0-8493-0464-4.
  5. Ashcheulov, A. A.; Manyk, O. N.; Manyk, T. O.; Marenkin, S. F.; Bilynskiy-Slotylo, V. R. (2013). "Some Aspects of the Chemical Bonding in Antimony". Inorganic Materials. 49 (8): 766–769. doi:10.1134/s0020168513070017.
  6. 1 2 3 Wiberg and Holleman, hlm. 758
  7. 1 2 Lide, D. R., ed. (2001). CRC Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 82). Boca Raton, Florida: CRC Press. hlm. 4-4. ISBN 0-8493-0482-2.
  8. Krebs, H.; Schultze-Gebhardt, F.; Thees, R. (1955). "Über die Struktur und die Eigenschaften der Halbmetalle. IX: Die Allotropie des Antimons". Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie (dalam bahasa Jerman). 282 (1–6): 177–195. Bibcode:1955ZAACh.282..177K. doi:10.1002/zaac.19552820121.
  9. Stock, Alfred; Guttmann, Oskar (1904). "Ueber den Antimonwasserstoff und das gelbe Antimon". Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft. 37: 885–900. doi:10.1002/cber.190403701148.
  10. 1 2 3 "Antimony" dalam Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology, Edisi 5. 2004. ISBN 978-0-471-48494-3
  11. Norman 1998, hlm. 50–51
  12. Kondev, F.G.; Wang, M.; Huang, W.J.; Naimi, S.; Audi, G. (2021). "The NUBASE2020 evaluation of nuclear properties" (PDF). Chinese Physics C. 45 (3): 030001. doi:10.1088/1674-1137/abddae.
  13. 1 2 Greenwood and Earnshaw, hlm. 548
  14. Antimony minerals. mindat.org
  15. Greenwood and Earnshaw, hlm. 553
  16. Reger, Daniel L.; Goode, Scott R. & Ball, David W. (2009). Chemistry: Principles and Practice (Edisi 3). Cengage Learning. hlm. 883. ISBN 978-0-534-42012-3.
  17. 1 2 House, James E. (2008). Inorganic chemistry. Academic Press. hlm. 502. ISBN 978-0-12-356786-4.
  18. Wiberg and Holleman, hlm. 763
  19. 1 2 Godfrey, S. M.; McAuliffe, C. A.; Mackie, A. G. & Pritchard, R. G. (1998). Norman, Nicholas C. (ed.). Chemistry of arsenic, antimony, and bismuth. Springer. ISBN 978-0-7514-0389-3.
  20. Wiberg and Holleman, hlm. 757
  21. Long, G.; Stevens, J. G.; Bowen, L. H.; Ruby, S. L. (1969). "The oxidation number of antimony in antimony pentasulfide". Inorganic and Nuclear Chemistry Letters. 5: 21. doi:10.1016/0020-1650(69)80231-X.
  22. Lees, R.; Powell, A.; Chippindale, A. (2007). "The synthesis and characterisation of four new antimony sulphides incorporating transition-metal complexes". Journal of Physics and Chemistry of Solids. 68 (5–6): 1215. Bibcode:2007JPCS...68.1215L. doi:10.1016/j.jpcs.2006.12.010.
  23. Wiberg and Holleman, hlm. 761–762
  24. 1 2 3 4 Grund, Sabina C.; Hanusch, Kunibert; Breunig, Hans J.; Wolf, Hans Uwe (2006) "Antimony and Antimony Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim. DOI:10.1002/14356007.a03_055.pub2
  25. Wiberg and Holleman, hlm. 761
  26. Wiberg and Holleman, hlm. 764
  27. Wiberg and Holleman, hlm. 760
  28. Kahlenberg, Louis (2008). Outlines of Chemistry – A Textbook for College Students. READ BOOKS. hlm. 324–325. ISBN 978-1-4097-6995-8.
  29. Greenwood and Earnshaw, hlm. 558
  30. Elschenbroich, C. (2006) "Organometallics". Wiley-VCH: Weinheim. ISBN 3-527-29390-6
  31. Greenwood and Earnshaw, hlm. 598
  32. Shortland, A. J. (2006). "Application of Lead Isotope Analysis to a Wide Range of Late Bronze Age Egyptian Materials". Archaeometry. 48 (4): 657. Bibcode:2006Archa..48..657S. doi:10.1111/j.1475-4754.2006.00279.x.
  33. 1 2 3 Moorey, P. R. S. (1994). Ancient Mesopotamian Materials and Industries: the Archaeological Evidence. New York: Clarendon Press. hlm. 241. ISBN 978-1-57506-042-2.
  34. 1 2 3 4 Mellor, Joseph William (1964). "Antimony". A comprehensive treatise on inorganic and theoretical chemistry. Vol. 9. hlm. 339.
  35. Plinius, Natural History, 33.33; W.H.S. Jones, penerjemah dalam Loeb Classical Library, memberikan catatan yang mengusulkan identifikasi tersebut.
  36. Filella, Montserrat, ed. (2021). Antimony. De Gruyter. hlm. 4. doi:10.1515/9783110668711. ISBN 978-3-11-066871-1.
  37. Vannoccio Biringuccio, De la Pirotechnia (Venesia, Italia: Curtio Navo e fratelli, 1540), Buku 2, Bab 3: Del antimonio & sua miniera, Capitolo terzo (Tentang antimon dan bijihnya, bab ketiga), hlm. 27–28. [Catatan: Dalam buku ini, hanya setiap halaman kedua yang diberi nomor, sehingga bagian yang relevan sebenarnya terdapat pada halaman ke-74 dan ke-75 dari teks.] (Dalam bahasa Italia)
  38. Priesner, Claus; Figala, Karin, ed. (1998). Alchemie. Lexikon einer hermetischen Wissenschaft (dalam bahasa Jerman). München: C.H. Beck. ISBN 3406441068.
  39. Harold Jantz Collection of German Baroque Literature Reel Listing.
  40. Weeks, Mary Elvira (1932). "The discovery of the elements. II. Elements known to the alchemists". Journal of Chemical Education. 9 (1): 11. Bibcode:1932JChEd...9...11W. doi:10.1021/ed009p11.
  41. "Native antimony". Mindat.org.
  42. Klaproth, M. (1803). "XL. Extracts from the third volume of the analyses". Philosophical Magazine. Series 1. 17 (67): 230. doi:10.1080/14786440308676406.
  43. "Metals Used in Coins and Medals". ukcoinpics.co.uk. Diarsipkan dari versi asli pada 26 Desember 2010. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  44. "antimony". Britannica.com. 22 Mei 2024 [29 Juli 1998]. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  45. Fernando, Diana (1998). Alchemy: an illustrated A to Z. Blandford. ISBN 9780713726688. Fernando mengaitkan etimologi yang diusulkan tersebut dengan kisah "Basilius Valentinus", meskipun istilah antimonium telah ditemukan dalam sumber-sumber yang berasal dari dua abad sebelum masa Valentinus.
  46. "Antimony". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.), yang menganggap asal-usul istilah tersebut sebagai "etimologi populer".
  47. 1 2 von Lippmann, Edmund Oscar (1919) Entstehung und Ausbreitung der Alchemie, teil 1. Berlin: Julius Springer (dalam bahasa Jerman). hlm. 642–5
  48. Meyerhof, sebagaimana dikutip dalam Sarton 1935, menyatakan bahwa ithmid atau athmoud mengalami perubahan bentuk dalam "terjemahan barbaro-Latin" pada Abad Pertengahan. OED menyatakan bahwa bentuk bahasa Arab merupakan asal-usul istilah tersebut. Jika ithmid dianggap sebagai akar katanya, OED mengemukakan athimodium, atimodium, dan atimonium sebagai bentuk-bentuk perantara dalam perkembangannya.
  49. 1 2 Endlich, F. M. (1888). "On Some Interesting Derivations of Mineral Names". The American Naturalist. 22 (253): 21–32. Bibcode:1888ANat...22...21E. doi:10.1086/274630. JSTOR 2451020.
  50. Jöns Jakob Berzelius, "Essay on the cause of chemical proportions, and on some circumstances relating to them: together with a short and easy method of expressing them," Annals of Philosophy, vol. 2, hlm. 443–454 (1813) dan vol. 3, hlm. 51–62, 93–106, 244–255, 353–364 (1814). Pada hlm. 52, Berzelius mencantumkan lambang untuk antimon sebagai "St". Namun, mulai hlm. 248, Berzelius secara konsisten menggunakan lambang "Sb" sebagai lambang antimon.
  51. Helmenstine, Anne (9 Juli 2024). "Antimony Facts - Symbol, Definition, Uses". Science Notes and Projects (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  52. Albright, W. F. (1918). "Notes on Egypto-Semitic Etymology. II". The American Journal of Semitic Languages and Literatures. 34 (4): 215–255. doi:10.1086/369866. JSTOR 528157.
  53. Sarton, George (1935). "Review of Al-morchid fi'l-kohhl, ou Le guide d'oculistique (Diterjemahkan oleh Max Meyerhof)". Isis (dalam bahasa Prancis). 22 (2): 539–542. doi:10.1086/346926. JSTOR 225136.
  54. 1 2 Harper, Douglas. "antimony". Online Etymology Dictionary.
    • LSJ, s.v., vokalisasi, ejaan, dan deklinasi bervariasi
    • Celsus, 6.6.6 ff
    • Plinius Natural History 33.33
    • Lewis and Short: Latin Dictionary
    • OED, s. "antimony"
  55. 1 2 3 4 5 6 7 Klochko, Kateryna (2021). "2017 Minerals Yearbook: Antimony" (PDF). Survei Geologi Amerika Serikat.
  56. 1 2 Norman 1998, hlm. 45
  57. Wilson, N. J.; Craw, D.; Hunter, K. (2004). "Antimony distribution and environmental mobility at an historic antimony smelter site, New Zealand". Environmental Pollution. 129 (2): 257–66. Bibcode:2004EPoll.129..257W. doi:10.1016/j.envpol.2003.10.014. PMID 14987811.
  58. 1 2 3 4 "Antimony Statistics and Information" (PDF). National Minerals Information Center. Survei Geologi Amerika Serikat.
  59. 1 2 S, Saptakee (6 Maret 2025). "The Future of Antimony: Rising Prices, Supply Chain Risks, and Demand Growth". Carbon Credits (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  60. "Environmental Protection Law of the People's Republic of China" (PDF). 24 April 2014. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2 Juni 2014. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  61. "Emission standards of pollutants for stannum, antimony and mercury industries".
  62. "Study of the antimony market by Roskill Consulting Group" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 Oktober 2012. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  63. 1 2 "Critical Raw Materials Resilience: Charting a Path towards greater Security and Sustainability". European Commission. 2020. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  64. 1 2 Nassar, Nedal T.; et al. (21 Februari 2020). "Evaluating the mineral commodity supply risk of the U.S. manufacturing sector". Sci. Adv. 6 (8) eaay8647. Bibcode:2020SciA....6.8647N. doi:10.1126/sciadv.aay8647. PMC 7035000. PMID 32128413.
  65. "Interior Releases 2018's Final List of Critical Minerals". Survei Geologi Amerika Serikat. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  66. "Antimony". U.S. Geological Survey, Mineral Commodity Summaries, January 2022 (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 Oktober 2022. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  67. "MineralsUK Risk List 2015". BGS.
  68. "British Geological Survey Risk list 2015" (PDF). Minerals UK. BGS. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 Oktober 2022. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  69. "China bans export of critical minerals to US as trade tensions escalate". reuters.com. 3 Desember 2025. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  70. "How US buyers of critical minerals bypass China's export ban". reuters.com. 9 Juli 2025. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  71. Weil, Edward D.; Levchik, Sergei V. (4 Juni 2009). "Antimony trioxide and Related Compounds". Flame retardants for plastics and textiles: Practical applications. Hanser. ISBN 978-3-446-41652-9.
  72. Hastie, John W. (1973). "Mass spectrometric studies of flame inhibition: Analysis of antimony trihalides in flames". Combustion and Flame. 21 (1): 49. Bibcode:1973CoFl...21...49H. doi:10.1016/0010-2180(73)90006-0.
  73. Weil, Edward D.; Levchik, Sergei V. (4 Juni 2009). Flame retardants for plastics and textiles: Practical applications. Hanser. hlm. 15–16. ISBN 978-3-446-41652-9.
  74. "Decabromodiphenyl ether (decaBDE) substitution in TV enclosures" (PDF). University of Massachusetts Lowell. 15 April 2005. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 9 Oktober 2025. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  75. "Decabromodiphenyl Ether (PEC 41)" (PDF). Australian Industrial Chemicals Introduction Scheme. Diakses tanggal 17 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  76. "Hidden Uses of Antimony in Modern Technology". MineToMetal.com. 20 Mei 2025. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  77. Butterman, W.C.; Carlin, Jr., J.F. (2004). "Mineral Commodity Profiles - Antimony" (PDF). Survei Geologi Amerika Serikat. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 24 Maret 2024. Diakses tanggal 20 Agustus 2026.
  78. Kiehne, Heinz Albert (2003). "Types of Alloys". Battery Technology Handbook. CRC Press. hlm. 60–61. ISBN 978-0-8247-4249-2.
  79. Williams, Robert S. (2007). Principles of Metallography. Read books. hlm. 46–47. ISBN 978-1-4067-4671-6.
  80. Holmyard, E. J. (2008). Inorganic Chemistry – A Textbook for Colleges and Schools. Read Books. hlm. 399–400. ISBN 978-1-4437-2253-7.
  81. Ipser, H.; Flandorfer, H.; Luef, Ch.; Schmetterer, C.; Saeed, U. (2007). "Thermodynamics and phase diagrams of lead-free solder materials". Journal of Materials Science: Materials in Electronics. 18 (1–3): 3–17. doi:10.1007/s10854-006-9009-3.
  82. Hull, Charles (1992). Pewter. Osprey Publishing. hlm. 1–5. ISBN 978-0-7478-0152-8.
  83. De Jong, Bernard H. W. S.; Beerkens, Ruud G. C.; Van Nijnatten, Peter A. (2000). "Glass". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. doi:10.1002/14356007.a12_365. ISBN 978-3-527-30673-2.
  84. Yamashita, H.; Yamaguchi, S.; Nishimura, R.; Maekawa, T. (2001). "Voltammetric Studies of Antimony Ions in Soda-lime-silica Glass Melts up to 1873 K". Analytical Sciences. 17 (1): 45–50. doi:10.2116/analsci.17.45. PMID 11993676.
  85. O'Mara, William C.; Herring, Robert B.; Hunt, Lee Philip (1990). Handbook of semiconductor silicon technology. William Andrew. hlm. 473. ISBN 978-0-8155-1237-0.
  86. Maiti, C. K. (2008). Selected Works of Professor Herbert Kroemer. World Scientific, 2008. hlm. 101. ISBN 978-981-270-901-1.
  87. Committee on New Sensor Technologies: Materials and Applications, National Research Council (U.S.) (1995). Expanding the vision of sensor materials. National Academies Press. hlm. 68. ISBN 978-0-309-05175-0.
  88. Kinch, Michael A (2007). Fundamentals of infrared detector materials. SPIE Press. hlm. 35. ISBN 978-0-8194-6731-7.
  89. Willardson, Robert K & Beer, Albert C (1970). Infrared detectors. Academic Press. hlm. 15. ISBN 978-0-12-752105-3.
  90. Russell, Colin A. (2000). "Antimony's Curious History". Notes and Records of the Royal Society of London. 54 (1): 115–116. doi:10.1098/rsnr.2000.0101. JSTOR 532063. PMC 1064207.
  91. Harder, A (Mei 2002). "Chemotherapeutic approaches to schistosomes: current knowledge and outlook". Parasitology Research. 88 (5): 395–397. doi:10.1007/s00436-001-0588-x. PMID 12049454.
  92. Kassirsky, I. A.; Plotnikov, N. N. (1 Agustus 2003). Diseases of Warm Lands: A Clinical Manual. The Minerva Group. hlm. 262–265. ISBN 978-1-4102-0789-0.
  93. Control of the leishmaniases: report of a meeting of the WHO Expert Committee on the Control of Leishmaniases, Geneva, 22-26 March 2010. Organisasi Kesehatan Dunia. 2010. hlm. 1–2, 55, 67–68. ISBN 978-92-4-120949-6.
  94. McCallum, R. I. (1999). Antimony in medical history: an account of the medical uses of antimony and its compounds since early times to the present. Pentland Press. ISBN 978-1-85821-642-3.
  95. Stellman, Jeanne Mager (1998). Encyclopaedia of Occupational Health and Safety: Chemical, industries and occupations. International Labour Organization. hlm. 109. ISBN 978-92-2-109816-4.
  96. Jang, H & Kim, S. (2000). "The effects of antimony trisulfide (Sb2S3) and zirconium silicate (ZrSiO4) in the automotive brake friction material on friction". Journal of Wear. 239 (2): 229. doi:10.1016/s0043-1648(00)00314-8. {{cite journal}}:
  97. Randich, Erik; Duerfeldt, Wayne; McLendon, Wade; Tobin, William (2002). "A metallurgical review of the interpretation of bullet lead compositional analysis". Forensic Science International. 127 (3): 174–91. doi:10.1016/S0379-0738(02)00118-4. PMID 12175947.
  98. Rabbeinu Hananel (1995). "Rabbeinu Hananel's Commentary on Tractate Shabbat". Dalam Metzger, David (ed.). Perushe Rabenu Ḥananʼel Bar Ḥushiʼel la-Talmud (dalam bahasa Ibrani). Jerusalem: Mekhon 'Lev Sameaḥ'. hlm. 215 (Shabbat 109a). OCLC 319767989.
  99. "Sunan an-Nasa'i 5113 – The Book of Adornment – كتاب الزينة من السنن – Sunnah.com – Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)". sunnah.com. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
  100. Lalovic, M.; Werle, H. (1970). "The energy distribution of antimonyberyllium photoneutrons". Journal of Nuclear Energy. 24 (3): 123. Bibcode:1970JNuE...24..123L. doi:10.1016/0022-3107(70)90058-4.
  101. Ahmed, Syed Naeem (2007). Physics and engineering of radiation detection. Academic Press. hlm. 51. Bibcode:2007perd.book.....A. ISBN 978-0-12-045581-2.
  102. Schmitt, H (1960). "Determination of the energy of antimony-beryllium photoneutrons". Nuclear Physics. 20: 220. Bibcode:1960NucPh..20..220S. doi:10.1016/0029-5582(60)90171-1.
  103. "Safety Data Sheet, Antimony, metal". Fisher Scientific. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
  104. Foster, S.; Maher, W.; Krikowa, F.; Telford, K.; Ellwood, M. (2005). "Observations on the measurement of total antimony and antimony species in algae, plant and animal tissues". Journal of Environmental Monitoring. 7 (12): 1214–1219. doi:10.1039/b509202g. PMID 16307074.
  105. Gebel, T (1997). "Arsenic and antimony: Comparative approach on mechanistic toxicology". Chemico-Biological Interactions. 107 (3): 131–44. Bibcode:1997CBI...107..131G. doi:10.1016/S0009-2797(97)00087-2. PMID 9448748.
  106. McCallum, RI (1977). "President's address. Observations upon antimony". Proceedings of the Royal Society of Medicine. 70 (11): 756–63. doi:10.1177/003591577707001103. PMC 1543508. PMID 341167.
  107. 1 2 Sundar, S.; Chakravarty, J. (2010). "Antimony Toxicity". International Journal of Environmental Research and Public Health. 7 (12): 4267–4277. Bibcode:2010IJERP...7.4267S. doi:10.3390/ijerph7124267. PMC 3037053. PMID 21318007.
  108. Antimony MSDS[pranala nonaktif]. Baker.
  109. Westerhoff, P; Prapaipong, P; Shock, E; Hillaireau, A (2008). "Antimony leaching from polyethylene terephthalate (PET) plastic used for bottled drinking water". Water Research. 42 (3): 551–6. Bibcode:2008WatRe..42..551W. doi:10.1016/j.watres.2007.07.048. PMID 17707454.
  110. 1 2 Shotyk, William; Krachler, Michael; Chen, Bin (2006). "Contamination of Canadian and European bottled waters with antimony from PET containers". Journal of Environmental Monitoring. 8 (2): 288–292. doi:10.1039/b517844b. PMID 16470261.
  111. Hansen, Claus; Tsirigotaki, Alexandra; Bak, Søren Alex; Pergantis, Spiros A.; Stürup, Stefan; Gammelgaard, Bente; Hansen, Helle Rüsz (2010). "Elevated antimony concentrations in commercial juices". Journal of Environmental Monitoring. 12 (4): 822–4. doi:10.1039/b926551a. PMID 20383361.
  112. 1 2 Guidelines for Drinking-water Quality (Edisi 4). Organisasi Kesehatan Dunia. 2011. hlm. 314. hdl:10665/44584. ISBN 978-92-4-154815-1.
  113. Wakayama, Hiroshi (2003) "Revision of Drinking Water Standards in Japan", Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial (Jepang); Tabel 2, hlm. 84.
  114. Screening assessment antimony-containing substances Diarsipkan 11 Oktober 2025 di Wayback Machine. Health Canada. Juli 2020. ISBN 978-0-660-32826-3
  115. NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards. "#0036". Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH).
  116. 1 2 3 "Toxicological Profile for Antimony and Compounds" (PDF). U.S. Department of Health and Human Services. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 Oktober 2022. Diakses tanggal 21 Agustus 2026.
  117. "Antimony poisoning". Encyclopedia Britannica.
  118. Davis, E.; Bakulski, K. M.; Goodrich, J. M. (2020). "Low levels of salivary metals, oral microbiome composition and dental decay". Scientific Reports. 10 (1): 14640. Bibcode:2020NatSR..1014640D. doi:10.1038/s41598-020-71495-9. PMC 7474081. PMID 32887894.

Sumber kutipan

[sunting | sunting sumber]
  • Greenwood, N. N.; Earnshaw, A. (1997). Chemistry of the Elements (Edisi 2). Oxford: Butterworth-Heinemann. ISBN 0-7506-3365-4.
  • Wiberg, Egon; Wiberg, Nils & Holleman, Arnold Frederick (2001). Inorganic chemistry. Academic Press. ISBN 978-0-12-352651-9.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]